\

Ozil Merupakan Pria Yang Butuh Dicintai dan Terlihat Sensitif

21 Jun, 2014

Ozil Merupakan Pria Yang Butuh Dicintai dan Terlihat Sensitif

Ozil Merupakan Pria Yang Butuh Dicintai dan Terlihat Sensitif
Pembelian termahal yang di lakukan oleh kubu klub Arsenal menjelang di tutupnya bursa transfer musim panas yang lalu yakni Mesut Ozil ini sempat tampil apik pada awal musim bersama klub barunya itu. Akan tetapi pada pertengahan musim, pemain tersebut itu mengalami permasalahan cedera yang kemudian berujung kepada performanya turun serta etos kerjanya juga menurun.

Dengan itu maka alhasil pemain yang berasal dari Negara Jerman tersebut itu banyak sekali mendapatkan kritikan pedas pada musim perdananya di ajang Premier League, setelah memutuskan hengkang dari klub besar La Liga Spanyol, Real Madrid. Akan tetapi pelatih bernama Jose Mourinho kemudian memberikan pembelaan kepada mantan anak buahnya tersebut itu.

Ya memang bagi Jose yang sudah pernah merasakan menangani pemain berusia 25 tahun tersebut itu pada saat masih menjadi pelatih El Real. Pemain tersebut itu merupakan sosok pria yang sensitive dan harus di berikan kasih sayang lebih untuk bisa membangkitkan kepercayaan dirinya sendiri saat bermain di atas lapangan. Pemain tersebut itu bisa saja tampil sempurna di posisi aslinya yakni sebagai playmaker atau sebagai pengatur serangan jika saja mendapatkan kepercayaan dari orang yang ada di sekitarnya.

Saya berfikiran bahwa untuk memberikan kritikan karena pemain tersebut itu adalah Ozil. Saya ini sudah belajar dengan pemain tersebut itu karena kami ini sudah bersama dalam kurun waktu yang cukup lama, pemain tersebut itu merupakan pria yang senditif. Pemain tersebut itu membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi kemudian juga membutuhkan dukungan penuh. Dirinya itu menginginkan ada orang banyak bersama dirinya dan pada saat berada di atas lapangan maka setiap kali dirinya itu mendapatkan bola maka permainannya menjadi sangat indah sekali.

Lebih lanjut lagi, pelatih yang berasal dari Negara Portugal tersebut itu sedikit memberikan balasan atas kritikan yang datang di tujukan kepada Ozil dengan tujuan agar pemain tersebut itu bisa terus saja berlagi dan bisa menunjukkan antusiasme pada saat sedang berlari. Bagi The Spesial One sendiri itu bukan merupakan karakter dari permainan Ozil karena dirinya itu sejatinya merupakan pemain pengatur serangan yang mampu memberikan intensitas kepada permainan timnya.

Jika saja anda ini berharap sosok Ozil mampu menjadi super agresif dan mampu berlari di sepanjang laga dari satu sisi ke sisi yang lainnya serta mampu menunjukkan rasa antusiasme yang tinggi serta agresifitas maka itu bukan sosok Ozil namanya. Akan tetapi jika anda ini menunggu seseorang untuk bisa melakukan atau memberikan umpan pada saat mendapatkan bola dan tersenyum kemudian mengarahkan bola dengan repat sasaran dan jitu maka itu barulah merupakan sosok Mesut Ozil, karena perannya pada saat bermain seperti itu.

About the author