\

Alasan Simeone Marah Kepada Varane

25 May, 2014

Alasan Simeone Marah Kepada Varane

Alasan Simeone Marah Kepada Varane

Kubu klub Atletico Madrid memang harus rela menyudahi laga di ajang final Liga Champions dalam laga yang bisa di bilang sebagai laga bertajuk derby Madrid dengan kekalahan yang cukup telak 4-1 dari rival sekota mereka Real Madrid. Akan tetapi kejadian yang telrihat menarikperhaian yakni dengan muncul di beberapa menit laga menjelang bubaran.

Pelatih kubu klub Atletico Madrid yakni bernama Diego Simeone tiba – tiba saja masuk ke dalam lapangan dan kemudian langsung beradu mulut dengan pemain bertahan muda milik Real Madrid bernama Raphael Varane dan setelah melihat rekam ulang atas kejadian tersebut itu ternyata pemain bertahan muda yang berasal dari Negara Prancis tersebut itu melakukan gesture yang menyulut emosi dari sang pelatih Atletico.

Pemain tersebut itu melakukan membuang bola tepat ke bangku cadangan para pemain Atletico Madrid dan kemudian bola tersebut itu di terima oleh Simeone sendiri yang kemudian langsung menendangnya kencang – kencang kembali ke arah pemain tersebut itu. Baru lah setelah Simeone menghampiri sang pemain, karena merasa dirinya itu melihat perilaku dari pemain yang pada saat ini baru berusia 21 tahun tersebut itu sangat tidak pantas untuk di lakukan.

Meskipun demikian, perilaku yang di lakukan oleh Simeone ini di anggap terlalu berlebihan sekali dengan menanggapi perilaku yang di bisa di bilang tidak terpuji oleh Varane. Di sinyalir karena dirinya itu merasa kecewa dan frustasi karena tim asuhannya tertinggal jauh dan gagal memenangkan laga tersebut.

Akan tetapi pelatih tersebut itu kemudian memberikan bantahan karena merasa dirinya itu melakukan hal tersebut itu karena rasa pahit yang telah di rasakannya sudah sangat memuncak, akibat dari timnya tidak dapat untuk mencapai target yang sudah di canangkan sebelumnya.

Someone mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat kecewa sekali. Tadi pas terjadi insiden kemarahan dirinya kepada Varane merupakan puncak yang saya rasakan saat itu, karena tidak mampu untuk mencapai target kami. Akan tetapi untuk saat ini saya sudah merasa tenang dan mengatasi situasi yang ada saat ini.

Laga pun sudah berakhir pada saat wasit sudah meniupkan peluit panjang, tidak aka nada satu pun yang dapat saya katakana saat itu, semoga saja hal ini bisa menjadi pelajaran untuk pemain tersebut itu dan dia akan belajar banyak dari pengalaman itu. Dia itu merupakan pemain yang hebat dan memiliki masa depan yang cerah untuk ke depannya. Semoga saja sang pemain ini bisa mengerti dan bisa berfikir apa yang baik dan tidak baik untuk di lakukan nantinya karena itu merupakan salah satu kunci untuk bisa mencapai level permainan terbaiknya dan bukan tidak mungkin bisa menjadi pemain kelas dunia.

About the author

Related Posts