\

Agen Resmi Roulette Costa Anggap Dirinya Hanya Memprovokasi Bukan Membuat Pemain Lawan Cedera

13 Feb, 2015

Selain memberikan konstribusi berupa banyak gol, musim perdana dari pemain depan bernama Diego Costa bersama Chelsea juga identic dengan permainan yang cenderung keras. Menurut sang pemain itu sendiri, apa yang sudah selama ini dia lakukan hanya untuk membuat provokasi para pemain lawan, sama sekali tidak bermaksud untuk membuat cedera para pemain lawan.

Diego CostaAgen Judi Deposit Withdraw Casino Online Bank BRI BCA BNI dan MANDIRI – Kasus kekerasan yang paling anyar dilakukan oleh Costa yaitu dengan aksi injaknya kepada Emre Can. Kejadian itu sendiri membuat Costa mendapatkan hukuman larangan bermain di tiga laga Chelsea oleh pihak FA.

Hukuman larangan bermain itu sendiri merupakan puncak dari serangkaian permainan keras yang dilakukan oleh Costa setiap kali dia bermain. Pemain yang pada saat ini berusia 26 tahun tersebt itu sendiri kemudian tidak sungkan untuk menabrakkan dirinya kepada pemain lawan, melakukan tekel keras, beduel dan juga memprovokasi pemain lawan.

Maka selain statistic gol yang sudah dia cetak sejauh ini yang sudah mencapai angka 17 gol dari 19 penampilannya, pemain yang memperkuat tim nasional Spanyol juga sudah mengoleksi sebanyak tujuh kartu kuning. Jumlah yang memang sangat banyak bagi seorang pemain yang berposisi sebagai pemain depan.

Agen Bola Tangkas Terbaik – Costa mengungkapkan bahwa jika anda ini melihat mengenai catatan saya maka anda ini akan tahu kalau saya ini sama sekali tidak pernah menyebabkan pemain lawan mendapatkan masalah cedera buruk. Garis besarnya yaitu kadang hal yang kecil yang telah saya lakukan saat berada di lapangan untuk memberikan provokasi reaksi yang telah berlebihan.

Akan tetapi jika saja anda ini memutar kembali dan melihat apa yang mereka lakukan kepada saya, anda ini kemungkinan akan memiliki pandangan yang berbeda pula.

Beberapa pemain Chelsea yang lain juga sang pelatih, Jose Mourinho sendiri menyebutkan kalau permainan keras dari Costa merupakan bentul bermain yang totalitas saat dia berada di atas lapangan. Di Inggris dia itu juga harus bekerja lebih keras lagi karena banyak tekel dari para pemain bertahan lawan disebutnya lebih keras jika di bandingkan dengan yang ada di Spanyol.

Saya ini menganggap kalau diri saya sendiri ini sebagai pemain yang selalu bertarung dan memberikan segalanya saat berada di atas lapangan. Mereka yang sudah tahu saya seperti apa dan memahami mengenainilai apa yang akan saya katakana semua ini.

Saya ini sudah mulai bisa terbiasa lebih banyak tendangan selama berada di Premier League jika dibandingkan sebelumnya. Para pemain bertahan yang ada di Premier League memang sangat tangguh sekali dan mengandalkan kekuatan fisik. Di sini sang pengadil lapangan sangat sedikit sekali meniupkan peluit untuk tanda pelanggaran, dengan itu maka konsekuensinya anda harus bisa kuat dan tangguh selama bermain.

Prediksi Udinese vs Lazio 15 Februari 2015 Serie A

About the author

Related Posts